<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>LENSA IMM STIE AD</title>
	<atom:link href="http://lensaimm.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lensaimm.wordpress.com</link>
	<description>Cerdas dalam kreativitas</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Apr 2008 14:09:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lensaimm.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>LENSA IMM STIE AD</title>
		<link>http://lensaimm.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lensaimm.wordpress.com/osd.xml" title="LENSA IMM STIE AD" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lensaimm.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>REKONTRUKSI EKONOMI KONVENSIONAL MEMBANGUN EKONOMI SYARIAH</title>
		<link>http://lensaimm.wordpress.com/2008/04/22/rekontruksi-ekonomi-konvensional-membangun-ekonomi-syariah/</link>
		<comments>http://lensaimm.wordpress.com/2008/04/22/rekontruksi-ekonomi-konvensional-membangun-ekonomi-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 13:10:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lensaimm</dc:creator>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lensaimm.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:Achyar<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lensaimm.wordpress.com&amp;blog=1608282&amp;post=21&amp;subd=lensaimm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:Achyar</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lensaimm.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lensaimm.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lensaimm.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lensaimm.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lensaimm.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lensaimm.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lensaimm.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lensaimm.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lensaimm.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lensaimm.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lensaimm.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lensaimm.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lensaimm.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lensaimm.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lensaimm.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lensaimm.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lensaimm.wordpress.com&amp;blog=1608282&amp;post=21&amp;subd=lensaimm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lensaimm.wordpress.com/2008/04/22/rekontruksi-ekonomi-konvensional-membangun-ekonomi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e0cbfa6af1070b095b957f5c5f15715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">LENSA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERSPEKTIF EKONOMI IDUL QURBAN</title>
		<link>http://lensaimm.wordpress.com/2008/03/09/perspektif-ekonomi-idul-qurban/</link>
		<comments>http://lensaimm.wordpress.com/2008/03/09/perspektif-ekonomi-idul-qurban/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2008 07:35:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lensaimm</dc:creator>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lensaimm.wordpress.com/2008/03/09/perspektif-ekonomi-idul-qurban/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Mukhaer Pakkanna Peneliti Center for Information and Development Studies (CIDES) Jakarta Setiap menjelang hari raya Idul Qurban, ummat Islam sibuk menyiapkan hewan qurban. Menyembelih hewan qurban diyakini sebagai manifestasi eskatologis, yakni adanya ekspektasi pahala dari Tuhan dan sekaligus merupakan wujud keikhlasan untuk memberi sesuatu yang dicintai berupa hewan qurban. Selain aspek eskatologis, sejatinya diyakini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lensaimm.wordpress.com&amp;blog=1608282&amp;post=34&amp;subd=lensaimm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="center"><b><span></span></b><b><span>Oleh: Mukhaer Pakkanna</span></b></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">Peneliti <i>Center</i><i> for Information and Development Studies</i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">(CIDES) Jakarta</p>
<p class="MsoNormal"><b> </b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Setiap menjelang hari raya Idul Qurban, ummat Islam sibuk menyiapkan hewan qurban. Menyembelih hewan qurban diyakini sebagai manifestasi eskatologis, yakni adanya ekspektasi pahala dari Tuhan dan sekaligus merupakan wujud keikhlasan untuk memberi sesuatu yang dicintai berupa hewan qurban. Selain aspek eskatologis, sejatinya diyakini sebagai manifestasi sosiologis-humanis agar perintah Tuhan kepada nabi Ibrahim bersifat fungsional di bumi. Tentu hal ini terkait dengan keyakinan bahwa ajaran Tuhan bersifat <i>rahmat lil ‘alamin</i>, yakni universalisme dan kosmopolitanisme agama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Agar perhelatan penyembelihan hewan qurban yang secara rutin dilakukan ummat Islam pada hari <i>tasyriq</i> bersifat fungsional dan universal, tentu diperlukan tafsir “<i>hermeneutic</i>” tentang apa sesungguhnya makna pengorbanan nabi Ibrahim.<span>  </span>Dalam konteks kekinian, di tengah kegaulan kehidupan sosial yang semakin akut, di mana kesenjangan penguasaan asset menganga lebar, kelaparan masih merajalela, tingkat kemiskinan yang belum beringsut, tingkat pendidikan dan kesehatan yang rendah, dan seterusnya, tentunya dibutuhkan respon fungsional dan universal agama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Dalam kaitan itu, momentum Idul Qurban sudah sewajarnya tidak diartikan secara eskatologis <i>an sich</i>, tapi bagaimana hewan kurban yang bernilai ekonomis dan sosial itu ditransmisikan dalam fungsi-fungsi pemberdayaan ummat (<i>social empowerment</i>). Artinya, patologi sosial yang dijelaskan di atas, hanya bisa diobati jika keyakinan keagamaan, termasuk ibadah Qurban harus serius difungsikan secara efektif dan sempurna.<b></b></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b> </b></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b>Tafsir Idul Qurban</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Idul Qurban sesungguhnya merupakan simbol pengorbanan nabi Ibrahim dan Ismail yang luar biasa. <span style="color:black;">Pengorbanan yang dilakukan itu menstimulasi turunnya rahmat dan keridhaan dari Tuhan Maha Penebar Kasih. Tuhan kemudian mengganti Ismail dengan seekor domba. Ismail sendiri selamat karena yang kemudian disembelih adalah domba yang diturunkan Tuhan sendiri. Ihwal ini terekam dalam surah Ash-Shaffat ayat 105 – 110; <span> </span>“Wahai Ibrahim, perintah yang engkau dapati dalam mimpi itu telah engkau kerjakan. </span><span style="color:black;">Kami tentu memberikan balasan kepada orang-orang yang baik seperti itu. Sesungguhnya, ini adalah ujian yang sangat besar. Untuk itu, kami ganti pengorbanan itu dengan sembelihan yang agung. </span><span style="color:black;">Nama Ibrahim akan Kami kekalkan bagi ummat-ummat setelahnya. Salam bagi Ibrahim. Kami berikan pahala bagi kebaikan seperti ini. Ia termasuk di antara hamba-hamba-Ku yang beriman”.</span><span></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0.0001pt;"><span>Dengan demikian hikmah ibadah qurban jelas berorientasi membersihkan hati agar menjadi lahan yang subur untuk tumbuh dan bersemainya iman dan taqwa. Keikhlasan untuk memberi sesuatu yang manusia cintai merupakan kata kunci (<i>key word</i>) dari semangat pengorbanan ibadah Qurban. Dengan keikhlasan, seseorang dapat mewujudkan amal sejati. Kesejatian setiap amal diukur dari sikap keikhlasan yang melandasinya. Dengan semangat berqurban berarti mengurangi penyakit mental keserakahan dan kerakusan yang kini menggelayuti negeri tercinta ini. Mengganasnya korupsi dan perampasan hak-hak yang bukan miliknya, merupakan wujud dari kurangnya keikhlasan mendistribusikan sesuatu yang dicintai, yakni kerakusan harta.<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Perintah berqurban jelas berdimensi sosiologis-humanis dalam rangka mengkristalkan rasa kemanusiaan dan mengasah sensitivitas nurani sosial manusia. Ini artinya, keyakinan menjalankan perintah agama seharusnya berdimensi sosial universal. Jika tidak, manusia akan dituduh oleh Tuhan sebagai pendusta agama, karena tidak mampu mewujudkan nilai-nilai sosial (QS; 107:1-3). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><b>Perspektif Ekonomi</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span><span>Ilmu ekonomi adalah taksonomi dari ilmu sosial. Sebagai bagian dari ilmu sosial, ilmu ekonomi harus mampu memecahkan persoalan-persoalan sosial yang berdimensi peningkatan kesejahteraan ummat manusia. Hanya persoalannya, dalam realitas saat ini ilmu ekonomi telah berdeviasi jauh sehingga kehilangan roh kemanusiannya, dan digantikan roh pragmatisme dan kerakusan. Tidak heran, jika ilmu ekonomi saat ini didakwa sebagai ilmu yang telah menjerumuskan umat manusia. Sehingga mengaitkan ilmu ekonomi dengan keyakinan keagamaan, termasuk perintah ibadah qurban akan dipersepsikan sebagai komersialisasi ibadah qurban di pasar publik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>Sebagai ilmu yang sejatinya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ummat manusia, tentu ilmu ekonomi mempersepsikan keyakinan keagamaan sebagai perintah Tuhan. Agama yang diturunkan Tuhan bukan untuk Tuhan tapi untuk kepentingan ummat manusia. Agama sebagai wadah pengabdian kepada Tuhan. Dengan demikian, agama seharusnya sebagai wadah untuk mengawal manusia untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat. <span> </span>Demikian pula ilmu ekonomi, semestinya menjadi instrumen ilmu untuk peningkatan kesejahteraan manusia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>Dalam kaitan itulah, perintah Tuhan kepada Ibrahim untuk menyembelih Ismail, seyogyanya ditafsirkan sebagai <i>ibrah </i>(pelajaran) kepada ummat manusia agar aset yang dicintainya bukan semata milik pribadi (<i>private domain</i>), tapi milik umat manusia secara keseluruhan (<i>public domain</i>). </span>Ismail adalah aset Ibrahim, tapi demi kepentingan<i> public domain</i>, Ibrahim ikhlas meredistribusikannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Yang menjadi pertanyaan kemudian, apakah simbol hewan qurban untuk konteks saat ini hanya satu-satunya sebagai instrumen dalam ibadah qurban? <span>Apakah tidak ada peluang simbol aset <i>private domain </i>yang lain bisa dijadikan instrumen ibadah qurban? Saya rasa, hal ini perlu ditafsir ulang. Persoalannya, hewan qurban pada beberapa sisi kurang memberi kemaslahatan untuk peningkatan kesejahteraan para <i>musytahiq</i> (penerima hewan kurban). </span><span>Apakah kemiskinan, kemalaratan, maltrunisi, rendahnya tingkat pendidikan ummat, seyoganya dijawab dengan dengan distribusi hewan qurban? <span> </span>Bukankah momentum ibadah qurban di mana ummat Islam pada umumnya rela dan ikhlas melepaskan hartanya untuk membeli hewan qurban bisa dijadikan instrumen peningkatan kesejahteraan ummat? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span>            </span>Momentum ibadah qurban seyoganya diarahkan pada pemberian ke <i>musytahiq</i> berupa instrumen yang mampu mengeluarkan mereka dari jeratan kemiskinan, kemelaratan, maltrunisi, dan pendidikan yang rendah. Hewan qurban pada beberapa sisi memang diakui bisa menggembirakan secara <i>instant</i> mereka yang membutuhkan. Tapi dalam konteks jangka panjang, apakah tidak sebaiknya hewan qurban dikonversi menjadi instrumen yang secara riil langsung bersentuhan dengan kebutuhan riil<i> musytahiq</i>. Oleh karena itu dibutuhkan <i>need assessment</i> terutama oleh institusi keagamaan, jauh sebelum pelaksanaan distribusi hewan qurban. Bagi <i>musytahiq </i><span> </span>yang anggota keluarganya melarat, kebutuhan mereka seyoganya bukan dengan hewan qurban tapi dalam bentuk akses ataukah dalam bentuk dana. Dana bisa dijadikan oleh mereka untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Bagi <i>musytahiq</i> yang anggota keluarganya putus sekolah, seyoganya mereka diberi biaya sekolah dari dana hewan qurban. Jadi pada dasarnya, dana persiapan hewan qurban bisa dikonversikan dalam bentuk lain sesuai dengan kebutuhan riil dan obyektif <i>musytahiq</i>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Dengan demikian, momentum ibadah qurban tidak menjadi sia-sia dalam rangka proses pemberdayaan dan kesejahteraan ummat manusia. Memang diakui bahwa instrumen fungsional pemberdayaan dalam ajaran dan keyakinan agama Islam cukup banyak, seperti zakat, infaq dan sadaqah (ZIS). Instrumen-instrumen tersebut sudah berjalan tapi rasanya belum cukup efektif, yang bisa jadi disebabkan oleh faktor manajemen pemungutan dan distribusi. Namun demikian, bukankah momentum banyaknya hewan qurban menjelang Idul Qurban bisa dijadikan alasan percepatan proses pemberdayaan melalui konversi hewan qurban sehingga bisa sesuai dengan kebutuhan riil dan obyektif <i>musytahiq</i>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Jika diandaikan, bahwa dalam momentum hewan qurban setiap kabupaten/kota menyembelih hewan kurban minimal 300 ekor sapi dikalikan dengan jumlah 400 kabupaten/kota dikalikan lagi harga sapi rata-rata Rp 8.000.000,-, diperoleh Rp 960.000.000.000,-. Hewan qurban ini belum termasuk dengan domba dan kambing yang menjadi tradisi penyembelihan di berbagai tempat. Data jumlah domba dan kambing secara nasional sulit ditemukan secara pasti, namun jika diandaikan bisa jadi lebih dari 5 kali lipat dari jumlah hewan sapi qurban. Boleh dikatakan bahwa setiap momentum ibadah qurban, paling tidak ada Rp 5 triliun yang disiapkan ummat Islam di nusantara ini. Apakah dana sebesar ini yang terkumpul tiap tahunnya tidakkah selayaknnya diredistrusikan pada program pemberdayaan dalam rangka peningkatan kesejahteraan ummat manusia? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Cukup banyak ummat manusia yang ingin keluar dari jeratan kemiskinan dan kemelaratan. Jika diobati dengan hewan qurban, rasanya kurang tepat sasaran dan bisa jadi hewan qurban yang sudah disembelih akan mubazir. Momentum penyembelihan hewan qurban seyogyanya dipikirkan ulang sesuai kebutuhan riil dan obyektif <i>musytahiq</i>. Sehingga momen-momen seperti ini karena diikat oleh keyakinan ajaran keagamaan, maka sepantasnya ajaran tersebut difungsionalkan sehingga mampu memberdayakan. </span><span>Jangan sampai, karena ekspektasi pahala yang bakal diterima pemberi hewan qurban ternyata sia-sia karena justru memelaratkan ummat manusia. </span><i><span>Wallahu ’alam</span></i><span>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span>Jakarta, 14 Desember 2007</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><b><span> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><b><u><span>Mukhaer Pakkanna</span></u></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><b><u><span><span style="text-decoration:none;"> </span></span></u></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><b><u><span><span style="text-decoration:none;"> </span></span></u></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><b><span>Jl. Kano XV No. 25 Kelapa Dua Tangerang. </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><b>Telp. 021 547 3330. Hp. 0812 999 8966 </b></p>
<p><b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Email: </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"><a href="mailto:mukhaer_p@yahoo.com"><span>mukhaer_p@yahoo.com</span></a></span></b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lensaimm.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lensaimm.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lensaimm.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lensaimm.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lensaimm.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lensaimm.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lensaimm.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lensaimm.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lensaimm.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lensaimm.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lensaimm.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lensaimm.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lensaimm.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lensaimm.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lensaimm.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lensaimm.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lensaimm.wordpress.com&amp;blog=1608282&amp;post=34&amp;subd=lensaimm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lensaimm.wordpress.com/2008/03/09/perspektif-ekonomi-idul-qurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e0cbfa6af1070b095b957f5c5f15715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">LENSA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Motivasi dan manajemen waktu, pengaruhnya terhadap</title>
		<link>http://lensaimm.wordpress.com/2007/09/11/konsep-motivasi-dan-manajemen-waktu-pengaruhnya-terhadap/</link>
		<comments>http://lensaimm.wordpress.com/2007/09/11/konsep-motivasi-dan-manajemen-waktu-pengaruhnya-terhadap/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2007 17:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lensaimm</dc:creator>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lensaimm.wordpress.com/2007/09/11/konsep-motivasi-dan-manajemen-waktu-pengaruhnya-terhadap/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Imal Isti’mal Al-Bantani* PRA WACANA Dalam keseharian sering kita saksikan keluhan dari berbagai karyawan di beberapa perusahaan yang intinya kekecewaan mereka tentang pembagian kerja yang tidak sesuai dengan besic disiplin ilmu mereka (keahlian) dan kesejahtraan yang mereka peroleh setelah bekerja di perusahaan tersebut.Dari diri penulis timbul beberapa pertanyaan diantaranya kenapa perusahaan sering kali memaksakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lensaimm.wordpress.com&amp;blog=1608282&amp;post=27&amp;subd=lensaimm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:11pt;"></span><span style="font-weight:normal;font-size:11pt;">Oleh Imal Isti’mal Al-Bantani*</span></p>
<h2><span style="font-size:11pt;"></span></h2>
<h2><span style="font-size:11pt;">PRA WACANA</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span>Dalam keseharian sering kita saksikan keluhan dari berbagai karyawan di beberapa perusahaan yang intinya kekecewaan mereka tentang pembagian kerja yang tidak sesuai dengan besic disiplin ilmu mereka (keahlian) dan kesejahtraan yang mereka peroleh setelah bekerja di perusahaan tersebut.Dari diri penulis timbul beberapa pertanyaan diantaranya kenapa perusahaan sering kali memaksakan karyawan untuk menempati satu pekerjaan hanya karena target tanpa menganalisa keahlian,minat dan pengalaman karyawan tersebut,pertanyaan kedua mengapa masih banyak perusahaan tidak memacu kinerja dengan memberikan motivasi terhadap prestasi yang telah di lakukan oleh karyawan,sebetulnya dengan sistim pengelolaan kinerja maka kita akan mengetahui sejauh mana kinerja perusahaan bisa terlihat baik buruknya dan ini sangat berpengaruh dengan yang diperbuat oleh karyawan menyangkut pekerjaan yang diembannya dari perusahaan tersebut,intinya sebuah perusahaan akan nampak terlihat kinerjanya bagus jika karyawan yang bekerja diperusahaan tersebut bekerja dengan baik dan terarah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Menurut Mc Clellend Timbulnya tingkah laku pekerja karena dipengaruhi oleh kebutuhan- kebutuhan yang ada dalam diri individu manusia.Konsep ini melihat ada 3 kebutuhan pokok yang mendorong tingkah laku manusia</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span>1.   </span><span style="font-weight:normal;font-size:11pt;">Need for Achievement</span></strong></p>
<p align="justify" style="margin-left:18pt;"><span>Merupakan kebutuhan untuk mencapai sukses,yang diukur berdasarkan standard kesempurnaan dalam diri seseorang .Kebutuhan ini berhubunghan erat dengan pekerjaan,dan mengarahkan pada tingkah laku usaha utuk mencapai perestasi tertentu,setiap karyawan atau pekerja banyak sekali motivasi sehingga ia menjadi karyawan yang berprestasi.</span></p>
<p align="justify" style="margin-left:18pt;"><span></span><span><strong>2.  <span style="font-weight:normal;font-size:11pt;">Need for Afillitation</span></strong></span></p>
<p align="justify" style="margin-left:18pt;"><span><span style="font-weight:normal;font-size:11pt;"></span>Merupakan kebutuhan akan pergaulan dan pengakuan dalam komunitas sosial,hubungan dengan orang lain merupaka parameter eksistensi individu tersebut diakui atau tidak oleh masyarakat dan lingkungannya.Hubungan ini mengarahkan pada tingkah laku untuk mengadakan hubungan secara akrab dengan individu dan lingkungan</span></p>
<h2><span style="font-weight:normal;font-size:11pt;">3.  Need for Power</span></h2>
<p align="justify" style="margin-left:18pt;">Sistem Pengelolaan Kinerja atau performance management system sesuai dengan namanya adalah sebuah sistem manajemen yang digunakan untuk mengelola kinerja sebuah perusahaan. Sistem ini mengelola kinerja perusahaan dengan harapan kinerja perusahaan akan semakin baik.</p>
<p>Sistem pengelolaan kinerja memberikan indikator-indikator yang digunakan sebagai ukuran untuk mengukur kinerja. Indikator kinerja mirip dengan ukuran panjang (cm, m) yang kita pakai ketika mengukur penggaris. Indikator-indikator ini disebut sebagai indikator<span> kinerja (<em>Performance indicators</em>). Hanya indikator-indikator kunci yang menentukan kinerja yang akan diukur. Indikator-indikator kunci ini lebih dikenal dengan nama <em>Key Performance Indicators </em>(Kpi).</span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span><span></span>Berdasarkan target yang akan diukur, sistem manajemen pengelolaan kinerja bisa dibagi menjadi 2 bagian yaitu sistem pengelolaan kinerja perusahaan dan sistem pengelolaan kinerja karyawan. Sistem pengelolaan kinerja perusahaan mengukur dan mengelola kinerja unit perusahaan mulai dari korporat,kompartemen, departemen, sampai pada bagian. Sedangkan Sistem pengelolaan kinerja karyawan digunakan untuk mengelola kinerja pegawai termasuk didalamnya tentang reward system (bonus, gaji, insentif dll), penelusuran bakat, kompetensi dll.</span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span>Sistem manajemen pengelolaan kinerja adalah suatu sistem manajemen yang berjalan secara terus-menerus. Sistem ini memantau kinerja unit dengan memberikan Kpi-kpi pada tiap unit yang diukur. Kinerja unit ini diukur dalam periode waktu yang konstan. Periode pengukuran bisa setiap bulan, tiap 4 bulan (catur wulan), semester dan terkadang hanya diukur setahun sekali. Pada setiap periode masing-masing Kpi diberikan target. Di akhir periode pengukuran diukur pencapaian dari tiap-tiap Kpi tersebut. Dengan melihat pencapaian nilai masing-masing kpi dan target yang dibebankan maka kinerja sebuah unit dapat diketahui.</span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span>Aktivitas Sistem Pengelolaan Kinerja tidak berhenti sampai proses mengukur saja. Dari data kinerja tiap unit yang diukur lewat Kpi tersebut, bisa diketahui unit yang kinerjanya buruk dan unit yang kinerjanya baik. Kpi-kpi yang mendapatkan nilai jelek harus segera diperbaiki, sedangkan Kpi yang bernilai baik harus tetap dipertahankan. Penyebab rendahnya pencapaian kpi juga harus segera di identifikasi. Indentifikasi ini penting agar kinerja diperiode mendatang bisa diperbaiki.</span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span>Sama halnya dengan orang yang rajin melakukan general check-up untuk mengetahui kondisi tubuhnya, sistem pengelolaan kinerja digunakan untuk mengetahui kondisi perusahaan. Sistem pengelolaan kinerja sama dengan dashboard pada mobil. Dengan melihat dashboard kita akan dengan cepat mengetahui apakah bensin masih cukup ato sudah waktunya diisi, bagaimana dengan suhu mesin apakah stabil atau sudah panas. Masing-masing indikator pada dashboard menunjukan indikator-indikator penting yang menginformasikan kondisi mobil pada saat ini. Sehingga pada saat yang cepat bisa diketahui kondisi mobil pada saat ini. Kondisi perusahaan saat ini juga harus diketahui apakah dalam keadaan yang baik, sedang atau kondisi perusahaan sedang kritis dengan melihat pada masing-masing indikatornya. Jika indikator mesin menampilkan kondisi mobil secara <em>real time</em> maka kinerja perusahaan diketahui dari tiap-tiap periode pengukuran. Sehingga semakin cepat/pendek periode pengukuran maka akan semakin memudahkan mengetahui kinerja perusahaan.</span></p>
<p style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;">Wacana Manajemen Waktu</span></strong><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;">Manajemen waktu adalah strategi penting yang perlu diterapkan oleh para ibu bekerja untuk dapat mengoptimalkan perannya sebagai ibu rumah tangga, istri dan sekaligus karyawati. Untuk itu ada beberapa anjuran yang bisa dipraktekkan :</span></p>
<p style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:11pt;"></span></strong></p>
<p style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:11pt;">1.  Tentukan dan tetapkan tujuan Anda dalam bekerja. </span></strong></p>
<p style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><span>Apakah yang menjadi motivasi dan tujuan Anda dalam bekerja? Apakah untuk mendapatkan <em>income</em> atau lebih berorientasi pada karir. Lanjutkan dengan hal-hal yang menjadi konsekuensi dari tujuan Anda bekerja, misalnya : seberapa jauhkah Anda ingin melibatkan diri pada pekerjaan dan berapa lama waktunya? apakah Anda tetap menginginkan akhir minggu bersama keluarga ? Pekerjaan macam apakah yang Anda inginkan, <em>full-time</em> atau <em>part-time</em>? Sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Anda beserta keluarga. </span></p>
<p style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;">2.   <strong><span style="font-size:11pt;">Tetapkan prioritas Anda </span></strong></p>
<p style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;">Dengan menetapkan prioritas, kita dapat mulai menentukan jenis dan porsi aktivitas untuk masing-masing peran (sebagai istri, ibu dan karyawan). Misalnya, saudara <span> </span>dapat menetapkan jadwal kegiatan Anda mulai dari pagi hingga malam dan sambil memberi fokus pada hal-hal tertentu yang menjadi target prioritas kita dalam hidup. Misalnya, meskipun Anda bekerja, namun sepulang kerja Anda harus menyediakan waktu yang berkualitas baik untuk anak maupun suami. Susun agenda agar Anda dapat mengatur kegiatan secara lebih sistematis dan efisien.</p>
<p style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;">&nbsp;</p>
<p style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;">3.   <strong><span style="font-size:11pt;">Delegasikan beberapa tugas (baik tugas kantor maupun tugas rumah) kepada   orang lain.</span></strong></p>
<p style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;">Delegasikan beberapa pekerjaan pada orang lain, untuk dapat mengefisienkan pekerjaan Anda dan membuat Anda dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk keluarga. Pendelegasian pekerjaan, membuat Anda akan merasa lebih rileks dan dapat memfokuskan diri pada pekerjaan yang betul-betul harus Anda sendiri yang mengerjakan. Jika pekerjaan terlalu padat, pastikan Anda mendelegasikan pekerjaan rumah tangga secara rinci pada pembantu rumah tangga. Pastikan pula, bahwa anak Anda berada dalam pengasuhan orang yang dapat dipercaya dan diandalkan, misalnya menitipkan pada orang tua.</p>
<p style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;">Pendelegasian beberapa pekerjaan rumah tangga pun bermanfaat bagi Anda agar Anda tidak terlalu lelah dibebani pekerjaan sehari-hari sehingga kurang dapat menyediakan waktu yang berkualitas untuk anak dan suami (terlalu sibuk membereskan pekerjaan rumah)</p>
<p style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:11pt;">Penutup dan Kesimpulan</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span>Dari tulisan di atas kita bisa mengukur tingkat ke efektipan dalam mengukur kinerja karyawan,dengan methode yang sudah penulis gambarkan pada Pra wacana dan wacana sudah jelas bahwa pembagian kerja harus didasari pada kecenderungan minat dan bakat yang disertai pada disiplin ilmu karyawan,kemudian kita juga bisa ukur dengan cara<em> Key Performance Indicators </em>(Kpi) yang bisa diukur dari dua tahapan penilaian yaitu sistem pengelolaan kinerja perusahaan dan sistem pengelolaan kinerja karyawan.</span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span>Karena saling mengikatnya kedua tolak ukur tadi maka tidak mungkin jika salah satu komponen saja yang baik kinerjanya, tetapi kedua komponen tadi harus baik bersama sehinngga organisasi/perusahaan bisa sejalan dengan baik.Walaupun kinerja karyawan baik jika tidak di topang dengan manajemen perusahaan yang baik pula maka akan pincang dan akan jauh dari tujuan perusahaan itu sendiri.Begitu juga dengan manajemen waktu yang harus di selaraska sesuai dengan kebutuhan dimana sesorang bekerja,akhirnya jika semua sinerji satu sama lainnya dengan tanpa menghilangkan indikator-indikator teori motivasi maka semuanya akan berjalan sesuai harapa dalam ritme yang terukur. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;">DAFTAR PUSTAKA</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Dr. Suryana M.Si Kewirausahaan Pedaoman praktis,kiat dan proses menuju sukses,Penerbit salemba empat </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Drs.Moh. Sa’ad,S.U.Psi Pshikologi Industri Seri Ilmu sember aya Manusia, Penerbit Liberti Yogyakarta</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lensaimm.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lensaimm.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lensaimm.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lensaimm.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lensaimm.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lensaimm.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lensaimm.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lensaimm.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lensaimm.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lensaimm.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lensaimm.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lensaimm.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lensaimm.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lensaimm.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lensaimm.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lensaimm.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lensaimm.wordpress.com&amp;blog=1608282&amp;post=27&amp;subd=lensaimm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lensaimm.wordpress.com/2007/09/11/konsep-motivasi-dan-manajemen-waktu-pengaruhnya-terhadap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e0cbfa6af1070b095b957f5c5f15715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">LENSA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Urgensi Reposisi dan Eksistensi IMM</title>
		<link>http://lensaimm.wordpress.com/2007/09/05/urgensi-reposisi-dan-eksistensi-imm/</link>
		<comments>http://lensaimm.wordpress.com/2007/09/05/urgensi-reposisi-dan-eksistensi-imm/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Sep 2007 19:42:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lensaimm</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lensaimm.wordpress.com/2007/09/05/urgensi-reposisi-dan-eksistensi-imm/</guid>
		<description><![CDATA[OLeh : Dede Kurniawan   Iftitah Beragam diskursus tentang kiprah IMM telah banyak mengundang pergunjingan yang menggugat. Seribu gugatan tersebut memang layak dijadikan dasar pemikiran dari wujud eksistensi dan peran IMM selama ini. Dalam persaingan yang semakin tajam antar berbagai organisasi dan pergerakan, IMM sudah seharusnya kembali untuk berfikir radikal dan mendasar membuat konstruksi eksistensi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lensaimm.wordpress.com&amp;blog=1608282&amp;post=23&amp;subd=lensaimm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">OLeh : Dede Kurniawan</span><em><span style="font-size:10pt;color:black;"></span></em></p>
<p class="MsoSubtitle" style="text-align:left;line-height:normal;" align="left"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';color:black;"> </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="text-align:left;line-height:normal;" align="left"><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';color:black;"><strong>Iftitah</strong></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Beragam diskursus tentang kiprah IMM telah banyak mengundang pergunjingan yang menggugat. Seribu gugatan tersebut memang layak dijadikan dasar pemikiran dari wujud eksistensi dan peran IMM selama ini. Dalam persaingan yang semakin tajam antar berbagai organisasi dan pergerakan, IMM sudah seharusnya kembali untuk berfikir radikal dan mendasar membuat konstruksi eksistensi dan jati diri yang mengakar dengan membumikan signifikansi perannya sebagai organisasi kemahasiswaan dan sekaligus Ortom Muhammadiyah.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Secara umum, apa yang dialami IMM Sekarang ditengah pergolakan pelbagai pergerakan elemen kemahasiswaan sepertinya tengah mengalami stagnasi atau paling tidak berjalan sangat lamban. Hipotesa ini memang masih perlu melewati pengkajian yang mendalam. IMM adalah tempat persemaian kader ––<em>khususnya</em>––<span>  </span>Persyarikatan<span>  </span>Muhammadiyah untuk masa depan, ketika berangkat dari perspektif itu sepertinya akan ditemukan kembali masalah lama yang masih terus menjadi gejala kambuhan bagi IMM. Yaitu, sejauh mana sumbangan IMM untuk dapat mencetak kader yang mumpuni bagi persyarikatan dan umat secara simultan baik pemikiran atau pengabdian. Kajian ini memang cukup urgen dipikirkan oleh seluruh Angkatan Muda Muhammadiyah dan bukan hanya IMM. Karenanya sebagai ortom yang mewadahi mahasiswa maka kontribusi pemikiran kader IMM bagi persyarikatan memang perlu dipertanyakan.</span></p>
<h1><span style="font-size:10pt;font-family:'Times New Roman';color:black;">Realitas IMM kini</span></h1>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Wacana di atas memang bukan pekerjaan rumah yang ringan bagi IMM. Tetapi bukan berarti IMM justru hanya menunggu dan larut dalam arus persoalan yang berujung pangkal pada terhempasnya eksistensi. Sebagai basis kaum akademisi kampus, sudah sepatutnya berbagai terobosan dan restorasi yang fundamental mesti dilakukan di tiap levelnya secara konsisten. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Jika memang para kadernya masih bersepakat bahwa tajdid masih ideal untuk dijadikan jiwa gerakan sebagaimana Muhammadiyah. Maka saatnya kini bagi IMM untuk melakukan reorientasi dan redefinisi jati diri sebagai langkah melakukan pembaruan. Karena jika tidak sebuah keniscayaan akan marjinalisasi IMM dalam persaingan gerakan mahasiswa akan terjadi, pun demikian fungsinya IMM bagi Muhammadiyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Hal tersebut memang perlu disadari oleh seluruh kader IMM, mustahil terwujud bagi sebuah organisasi dapat membuktikan peran dan fungsinya jika individu yang berperan didalamnya tidak memahami masalah apa yang terjadi. Persoalan krusial bagi IMM sekarang adalah biasnya jati diri dan orientasi gerakan. Sepantasnya IMM kembali ke orientasi awal gerakannya dikampus, hal ini berarti basis utama pengembangan kader ada di masing-masing kampus perguruan tinggi yang utamanya adalah PTM itu sendiri. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Dalam konteks ranah ruang keilmuan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan nampaknya kader IMM belum mampu mencerna dan mentranformasikan dengan apa yang disebut tri kompetensi dasar sebagai bidang garap gerakan IMM sesungguhnya. Hal ini terjadi tentu bukan karena orientasi tersebut tidak sesuai sebagai sebuah ruang, tetapi lebih dikarenakan model pengkaderan IMM sekarang mulai kehilangan tujuan dan terkesan hanya menjadi kewajiban yang bersifat rutinitas sehingga tidak mampu membuat tafsiran kontekstual dan untuk selanjutnya berkiprah di ruang tersebut. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Utamanya muatan dalam Darul Arqam Dasar (DAD) sebagai tahapan awal jenjang pengkaderan mesti mampu mencakup penanaman nilai dan jiwa tiga kompetensi dasar tadi selain matan keyakinan Muhammadiyah sebagai tahapan awal dari proses kaderisasi, konsolidasi dan kristalisasi kader. Dalam arti penanaman ideologi, keyakinan serta militansi adalah target yang mesti terpenuhi bagi masing-masing calon kader agar dapat mencapai cita-cita gerakan [AD/ART IMM, 2002]. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Realitas yang ada menunjukkan, jumlah kuantitatif kader yang ada belum diimbangi dengan kemampuan kualitatif yang mumpuni atau setidaknya mampu memenuhi standar minimal di atas. Padahal jika dicermati, arah dan tujuan IMM sebetulnya cukup sederhana tetapi sulit untuk diwujudkan. Jangankan untuk pengabdian kepada masyarakat. Persoalan interen organisasi terkadang harus terbentur pada konsistensi dan ke-<em>mood</em>-an funsionarisnya, bahkan tidak jarang konflik yang tidak perlu dalam melakukan gerak organisasi harus terus berlarut bahkan menjadi stigma sejarah. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Itu artinya para kader IMM sekarang tidak mampu untuk menterjemahkan <em>raison d’etre </em>IMM. Hal yang mendasar menurut penulis adalah menguapnya penanaman ruh idiologi IMM (<em>Bermuhammadiyah</em>) terutama setelah garapan pengkaderan mengalami diskontinuitas yang disebabkan berbagai hal.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Meminjam pendapat Prof. Din, bahwa IMM merupakan laboratorium kepemimpinan bagi setiap mahasiswa yang menyetujui azas dan tujuan IMM (<em>anggota</em>). Jika pengertiannya demikian maka di-IMM-lah setiap kader dapat mengembangkan segenap potensi, belajar dan belajar sebagai pembekalan dalam mengemban misi Muhammadiyah di masyarakat. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Hal tersebut bukan tanpa dasar untuk dicermati. Karena IMM merupakan salah satu cabang yang harus memberikan buah manis bagi umat dari keseluruhan batang tubuh Muhammadiyah. <em>Dus</em> karenanya dalam hal ini pengabdian kepada masyarakat dan persyarikatan secara ikhlas dari kader IMM layak dijadikan tuntutan!. Reposisi eksistensial bagi IMM terhadap pembenahan intelektualisme kader dalam artian yang luas kiranya dapat dijadikan tahapan langkah terhadap terapi reposisi gerakan IMM dari basis kampus melalui bentuk-bentuk pengkajian yang diimplementasikan dalam pergerakan dan bagi Muhammadiyah dan umat. [Abdul Rahim Ghazali, 2001] tradisi membaca dan berdiskusi (<em>mengkaji</em>) harus terus dihidupkan agar mampu membentuk budaya intelektualis dan pola pikir akademis sebagai identitas untuk dapat memberikan sumbangan pemikiran kebangkitan umat.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Sebelum melangkah lebih jauh dan seperti yang telah terpaparkan di atas. Bahwa pola pembinaan kader, haruslah dikembalikan kepada frame berpijak awal. IMM harus mampu membina kadernya untuk siap menjadi pelopor yang memiliki kompetensi akademis dengan segala kelebihan terutama pemikiran, kepemimpinan dan dedikatif dalam gerakannya. Untuk itu pengkaderan tidak hanya berhenti pada regenerasi anggota (<em>recruitment</em>) dan penyelenggaraan DAD. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Lebih dari itu setiap kader harus terbina dengan penanaman dan penguatan keyakinan terhadap aqidah (<em>keIslaman dan keMuhammadiyahan</em>), intelektualisme, mental kepemimpinan serta kompetensi akademis secara konsisten dan terpola. Melalui bentuk-bentuk pengkajian dan kritisisme terhadap perkembangan global, pandai menangkap isu, berdiskusi dan bergerak seperti yang diajarkan Kyai (<em>Ahmad Dahlan</em>) yang dengan kritis mampu menterjemahkan Qur’an (<em>Islam</em>) lewat penafsiran kontekstual dan membumikan realitas kebutuhan umat dengan penuh inovasi yang cerdas [Sutia Budi, 2003:3]. Dengan kata lain setiap perkembangan yang terjadi adalah momentum garapan dakwah IMM dalam aksinya.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Untuk kembali menggiatkan semangat kader, maka reposisi jati diri IMM yang tertuang dalam konsitusi organisasi haruslah diterjemahkan kontekstual serta diimplementasikan dengan melakukan sebuah restorasi yang fundamental terhadap hakikat IMM itu sendiri. Dan hal itu harus disadari oleh setiap kadernya dimanapun. Sehingga apapun yang dilakukan IMM dan kadernya harus selalu mengacu kepada jiwa serta semangat ber-Muhammadiyah sesungguhnya. Untuk itu, dalam melakukan sebuah pemantapan dan reposisi jati diri maka kader IMM suka tidak suka haruslah memahami latar belakang sejarah dan<span>  </span>identitas dirinya. Tetapi bukan berarti IMM menjadi konservatif dan fundamentalis dalam kesehariannya. Karena melalui pemahaman dan penguatan jati diri kader langkah IMM kedepan diharapkan tidak mengalami pembiasan. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Sejarah telah mencatat bahwa IMM lahir bukan karena keterpaksaan. Dengan bahasa lain karena Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) yang pada waktu itu akan dibubarkan. Melainkan ada dua faktor penting yang melatar belakangi yaitu faktor intern dan ekstern. Faktor dimana Muhammadiyah harus senantiasa dapat melestarikan dan mengembangkan sayapnya dalam misi dakwah di lingkungan masyarakat akademisi ( <em>mahasiswa </em>) dengan jiwa dan idiologinya. Serta faktor dimana muhammadiyah harus memperluas strategi dakwah di masyarakat melalui mahasiswa [Noor Chozin Agham, 1997:4-26] <strong><em>(<span>baca; Melacak Sejarah dan Kelahiran IMM</span>)</em></strong> hal itulah yang wajib menjadi pedoman, bahwa kader IMM adalah kader Muhammadiyah. IMM adalah organisasi kader dan kader IMM adalah kader dakwah dikalangannya. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Maka ketika pelurusan hakikat dan jati diri IMM sebagai organisasi kemahasiswaan dan organisasi otonom Muhammadiyah telah terjelaskan, pertanyaan selanjutnya adalah apakah setiap kader IMM mampu untuk berittiba (<em>dalam tafsiran; sebagai mahasiswa yang Muhammad-Iyyah</em>) dengan Muhammadiyah dan mampu untuk tetap eksis serta mewarnai kiprah pergerakan mahasiswa terlebih kini. Karena IMM adalah ladang bagi Muhammadiyah maka IMM berkewajiban dan harus berperan aktif dalam tanggung jawab dakwah dan kelangsungan Muhammadiyah. </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Kemudian harus disadari bahwa ketika hal tersebut dicerna IMM harus mampu untuk mengejawantahkan Muhammadiyah sebagai sebuah organ atau simbol dakwah Islam khususnya di masyarakat mahasiswa karena atas dasar itulah IMM ––<em>salah satu bagian Muhammadiyah</em>–– menjadi cerminan Muhammadiyah kedepan dalam konteks kaderisasi dan kelangsungan dakwah Muhammadiyah. Sebuah simbolisasi Muhammadiyah telah menjadi tugas berat bagi IMM kini dan akan datang [Yasraf Amir Piliang, 2003]. Dalam artian adanya generalisasi dari umat terhadap Muhammadiyah dan IMM menjadi tak terelakan.</span><span style="font-size:10pt;color:black;"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;color:black;">Khotimah</span></strong></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Ulasan singkat di atas adalah alternatif pemikiran dalam membangun IMM dengan mencoba menggali salah satu persoalan yang terjadi. Adalah tugas yang tidak ringan dalam mengembangkan dan memajukan IMM di kancah pergolakan serta pertarungan institusi kemahasiswaan yang kompetitif, terlebih dengan tugas utama dalam turut mewujudkan terbentuknya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, adil dan makmur yang diridhai Allah Subhanahu Wata’ala (<em>maksud dan tujuan Muhammadiyah</em>). </span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left:0;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;color:black;">Dalam kondisi bangsa yang penuh dengan pesimisme dan krisis yang makin komplek, IMM kian dituntut untuk mampu proaktif dalam melakukan perubahan yang fundamental dalam membangun umat dan bangsa. Sebuah realitas yang menujukan bahwa bangsa ini memerlukan kader-kadernya untuk mampu<span>   </span>membawa keluar dari keterpurukan dan ketertinggalan. <em>Wallahu‘alam </em>[]</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lensaimm.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lensaimm.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lensaimm.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lensaimm.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lensaimm.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lensaimm.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lensaimm.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lensaimm.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lensaimm.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lensaimm.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lensaimm.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lensaimm.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lensaimm.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lensaimm.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lensaimm.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lensaimm.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lensaimm.wordpress.com&amp;blog=1608282&amp;post=23&amp;subd=lensaimm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lensaimm.wordpress.com/2007/09/05/urgensi-reposisi-dan-eksistensi-imm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e0cbfa6af1070b095b957f5c5f15715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">LENSA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MAHASISWA&#8230;! &#8220;Jelang Hilang Karaktermu&#8221;</title>
		<link>http://lensaimm.wordpress.com/2007/08/29/mahasiswa-jelang-hilang-karaktermu/</link>
		<comments>http://lensaimm.wordpress.com/2007/08/29/mahasiswa-jelang-hilang-karaktermu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 17:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lensaimm</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lensaimm.wordpress.com/2007/08/29/mahasiswa-jelang-hilang-karaktermu/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Tito Siswanto Sukses menterpurukan Negri ini, pemimpin di Negara kita tidak lepas dari pengelolaan system yang ter-manaj dengan baik, kolektf &#8211; kolegial yang ter-manaj menjadikan keberhasilan yang begitu memuaskan bagi para manusia berotak keji. Tidak bisa kita ungkiri bahwa usaha untuk menghancurkan negri ini memang tak lepas dari kolektif-kolegial, oleh karnanya mengapa tidak bila [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lensaimm.wordpress.com&amp;blog=1608282&amp;post=12&amp;subd=lensaimm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Tito Siswanto</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> Sukses menterpurukan Negri ini, pemimpin di Negara kita tidak lepas dari pengelolaan system yang ter-manaj dengan baik, kolektf &#8211; kolegial yang ter-manaj menjadikan keberhasilan yang begitu memuaskan bagi para manusia berotak keji. Tidak bisa kita ungkiri bahwa usaha untuk menghancurkan negri ini memang tak lepas dari kolektif-kolegial, oleh karnanya mengapa tidak bila mereka dapat menghancurkan lantas kita mencuri system yang digunakan untuk sebuah kebangkitan menuju kedikjayaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mahasiswa yang merupakan golongan minoritas dikalangan masyarakat seharusnya menjadi urat syaraf bagi perubahan. dari sini mahasiswa seharusnya dapat melakukan perubahan yang signifikan dan menjadi sorotan dikalangan masyarakat. Harus disadari memang kini mahasiswa sudah tidak lagi menjadi golongan yang ditakutkan oleh para pemimpin yang tidak bertanggung jawab dikalangan manapun, namun jangan pernah berhenti bertindak, karna memang keterlibatan mahasiswa dalam perpolitikan di negri ini merupakan suatu <span> </span>pembunuhan karakter kita sebagai mahsiswa yang selama ini digolongkan sebagai kaum idealis,,,,jika kita telaah memang tak sedikit mahasiswa yang dijadikan alat untuk kepentingan politik tanpa kita sadari. Kasus Lapindo misalnya, adakah terlihat gerakan mahasiswa yang berambisi untuk mengusut kasus tersebut, padahal ini masalah sosial atau mngkin karena ini masalah sosial yang tidak menghasilkan apa-apa sehingga menjadikan sepi peminat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Sejarah menunjukan begaimana mahasiswa selaku pencetus perubahan sosial politik mempunyai andil yang cukup signifikan misalnya dalam penggulingan Perez Imenez di venezuela pada tahun 1956, runtuhnya kekuasaan presiden &#8220;Seumur Hidup&#8221; Indonesia, Soekarno, pada tahun 1966; tumbangnya Ayub Khan Di Pakistan pada tahun 1986; runtuhnya kekuasaan yang manipulatif dari suchinda krooprayon di Tahiland tahun 1991; dan masih banyak lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Penting memang ketika kita bicara tantang peran<span>  </span>mahasiswa terhadap negri ini, tetapi tak kalah penting kini yang perlu kita bicarakan adalah bagaimana membenahi dan membangun<span>  </span>serta meningkatkan potensi serta keintelektualan dan mengembalikan fitrah mahasiswa sebagai kaum intelektual. Politik pergerakan mahasiswa yang selalu menjadi sorotan didunia pemerintahan suatu Negara begitu besar seperti kasus-kasus tertuliskan diatas, tetapi adakah peran mahasiswa yang nyata untuk ikut serta membenahi keterpurukan bangsa setelah sukses menggulingkan roda pemerintahan ataupun bangsa yang memang sudah terpuruk. Sebenarnya permasalahan ini yang perlu kita soroti dan kita tinjau ulang. Jika tak ada tindakan konkrit dari mahasiswa maka bisa dikatakan mahasiswa hanya menjadi alat perpolitikan semata bagi para elit politik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Secara sosial politik, mahasiswa merupakan kelompok strategis dalam masyarakat yang memiliki peranan sebagai pengganti dan penerus perjuangan bangsa. Oleh karena itu, dapat dikatakan, pada suatu sisi dia bisa menjadi &#8220;aset&#8221; tetapi disisi lain dia bisa menjadi unsur <em>liability. </em>Aset dalam arti bahwa mahasiswa adalah pewaris perjalanan perjuangan suatu bangsa dalam mencapai cita-citanya. Sedangkan sebagai unsur <em>&#8216;liability&#8217;,</em> lebih kepada &#8220;segolongan&#8221; masyarakat yang harus mempunyai tanggung jawab (secra moral) akan perjalanan bangsa ini menuju harapan yang lebih baik dalam menggapai cita-citanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Sebagai konsekuensi dari sistem pendidikan, nilai-nilai yang terkandung dalam perguruan tinggi seharusnya mengubah perilaku sosial maupun politik para mahasiswa. Perilaku sosial kehidupan sehari-hari mereka termanisfestasi dari cara berpakian, bertutur kata, dan lain sebagianya. Pengalaman-pengalaman subyektif dalam dinamika dunia kemahasiswaan secra tidak langsung juga mengubah pemikiran politik mereka. Dalam dinamika pendidikan tinggi, mahasiswa mengembangkan dirinya dalam berbagai organisasi dan kelompok studi atau diskusi. Di kelompok studi inilah mahasiswa dapat menajamkan <em>sense of intellectual, </em>baik yang dilakukan melalui diskusi maupun ide-ide yang dituangkan dalam bentuk tulisan di berbagai penerbitan. Tapi sayang sekali yang selama ini menjadi realitas tidak seperti yang diharapkan, mahasiswa kini lebih cenderung kepada perpolitikan yang bisa dikatakan tanpa landasan serta tak mencerminkan identitasnya sebagai mahasiswa. Padahal jika saja mahasiswa mahasiswa mampu meningkatkan keintelektualan dan dapat menciptakan karya-karya ilmiah, misalnya sebuah gagasan baik berupa lisan maupun tulisan dan sejenisnya maka itupun dapat dijadikan sebuah alat perpolitikan dan menjadi formula yang ampuh dalam menjalankannya perpolitikan bahkan disitu lebih terlihat cirikhas seorang mahasiswa dengan nilai keintelektualannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Maka seharusnya sistem pergerakan mahasiswa kini bukan lagi meuntut dan menggulingkan roda pemerintahan dan menjadi musuh pemerintah, tetapi kini yang perlu kita fikirkan bagaimana mahasiswa menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan perogram-program yang bersifat membangun masyarakat. Baik dari segi pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya. Agar apa yang selama ini diharapkan oleh pemerintah, masyarakat dan mahasiswa itu sendiri tercapai. Maka jelas jika demikian tak perlu lagi ada yang perlu dipermasalahan karna memang kemakmuran dan kemerdekaan yang terharapakan telah tercapai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebagai mahasiswa manajemen maka pertanyaan yang terpikirkan dalam benak kita adalah “Bagaimana”, ini yang menjadi salah satu pertanyaan dalam manajemen. Bagaimana cara merencanakan, serta memutar arah pola fakir mahasiswa yang selama ini yang senang bermain dengan perpolitikan, baik perpolitikan dilingkungan kampus ataupun perpolitikan di negeri ini dan bentuk lain yang dapat menghilangkan karakter <span> </span>kita sebagai <span> </span>mahasiswa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bila demikian maka seharusnya kita sadar dan dapat memahami diri kita sebagai mahasiswa yang seharusnya mengangkat derajat negeri, diri sendiri dan orang lain atau sebaliknya menanamkan pemahaman kepada masyarakat bahwa mahasiswa hanya nama besar untuk sebuah kebanggaan yang menyandangnya yang membuat masyarakat menganggap tak pentingnya sebuah pendidikan.<em><span style="font-size:11pt;font-family:'Book Antiqua';"> </span></em><em><span style="font-size:11pt;">Wallahu’alam</span></em><span style="font-size:11pt;">.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lensaimm.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lensaimm.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lensaimm.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lensaimm.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lensaimm.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lensaimm.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lensaimm.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lensaimm.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lensaimm.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lensaimm.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lensaimm.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lensaimm.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lensaimm.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lensaimm.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lensaimm.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lensaimm.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lensaimm.wordpress.com&amp;blog=1608282&amp;post=12&amp;subd=lensaimm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lensaimm.wordpress.com/2007/08/29/mahasiswa-jelang-hilang-karaktermu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e0cbfa6af1070b095b957f5c5f15715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">LENSA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merger PTM Jakarta dan Eksistensi IMM (Oleh: Pitri Yandri Ketua LPPK DPP IMM)</title>
		<link>http://lensaimm.wordpress.com/2007/08/29/merger-ptm-jakarta-dan-eksistensi-imm-oleh-pitri-yandri-ketua-lppk-dpp-imm/</link>
		<comments>http://lensaimm.wordpress.com/2007/08/29/merger-ptm-jakarta-dan-eksistensi-imm-oleh-pitri-yandri-ketua-lppk-dpp-imm/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 16:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lensaimm</dc:creator>
				<category><![CDATA[EKONOMI]]></category>
		<category><![CDATA[POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lensaimm.wordpress.com/2007/08/29/merger-ptm-jakarta-dan-eksistensi-imm-oleh-pitri-yandri-ketua-lppk-dpp-imm/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Segera setelah diskusi merger PTM dilansir kampus ini beberapa waktu lalu, perlu pula dikemukakan kajian dari sudut pandang lain. Pemikiran ini sendiri muncul sebagai hasil diskusi ‘warung kopi’ dengan salah seorang rekan DPD IMM DKI Jakarta. Petikan diskusi itu tertuang dalam tulisan singkat berikut ini. Dalam tulisan saya terdahulu yang insya Allah akan diterbitkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lensaimm.wordpress.com&amp;blog=1608282&amp;post=9&amp;subd=lensaimm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Segera setelah diskusi merger PTM dilansir kampus ini beberapa waktu lalu, perlu pula dikemukakan kajian dari sudut pandang lain. Pemikiran ini sendiri muncul sebagai hasil diskusi ‘warung kopi’ dengan salah seorang rekan DPD IMM DKI Jakarta. Petikan diskusi itu tertuang dalam tulisan singkat berikut ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Dalam tulisan saya terdahulu yang <em>insya Allah</em> akan diterbitkan Suara Muhammadiyah telah bicara panjang lebar tentang apa yang disebut merger itu. Dalam kajian itu saya mengulas secara elementer konsep merger terkait dengan upaya dimaksud. Lebih dari itu, kajian tersebut juga mengulas secara implikatif dan impak merger terhadap dunia pendidikan secara keseluruhan. Keseluruhan impak tersebut bisa dari sisi sosial, budaya, ekonomi, dan bahkan politik. Dalam perspektif psikososial, keseluruhan impak inilah yang bisa memunculkan geger budaya (<em>cultural shock</em>), baik secara fungsional maupun struktural. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Sebagai akibat dari berkembangnya praksis pendidikan Muhammadiyah di hampir seluruh kota-kota penting di Indonesia, IMM dihadapkan pada medan perjuangan yang begitu luas. Kondisi ini memberikan peluang seluas-luasnya bagi gerakan dan aktivitas IMM. IMM menjadi marak, memiliki basis massa besar di setiap PTM. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Dalam pada itu, relasi ideologis IMM dengan Muhammadiyah yang telah mentahbiskan diri konsisten sebagai gerakan kultural, mendaualat komitemen gerakan IMM untuk menopang perjuangan cita-cita sosial Muhammadiyah. Dalam kerangka strategi gerakan Muhammadiyah, IMM merupakan generasi intelektualitas muda Muhammadiyah pada jalur organisasi otonom. Visi identitas dan konsepsi gerakan IMM merepresentasi kepedulian gerakan pembaharuan sosial Muhammadiyah pada wilayah kemahasiswaan. Sinergisitas gerakan ini mencerminkan proses transmisi intelektual koletif, baik pada dataran organisasional maupun pada dataran perkembangan isu-isu global. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Proses sinergi ini dipandang dapat menghasilkan IMM yang ‘intelektual organik’. Ciri intelektual yang mengembangkan <em>skill</em> politik <span> </span>dan pendekatan pedagogik untuk membangkitkan kesadaran politik kelas subordinat. Pada kenyataannya, ruang advokasi kaum intelektual organik adalah ruang publik dimana relasi-relasi struktural berinteraksi dan saling mempengaruhi dalam proses pencarian ataupun pendefinisian identitas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Sebabai sebuah organisasi sosial, kelahiran dan eksistensi IMM tidak bisa dilepaskan dari intervensi kepentingan sosial, budaya ataupun kepentingan politik. Pandangan ini dibangun atas asumsi bahwa sistem pengetahuan yang merupakan basis penalaran membangun kesalinghubungan dengan struktur-struktur pada semua wilayah level kepentingan dan kebutuhan. Munculnya gerakan sosial yang mendorong proses perubahan sosial dipengaruhi bahkan disebabkan situasi kesejarahan yang mengeraminya. Menjamurnya organisasi perjuangan kebangsaan Indonesia pada awal abad ke-20, misalnya, merupakan wujud artikulasi semangat pergerakan untuk pembebasan pada zamannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Karena itu, untuk menjaga eksistensi perkaderan, IMM secara konsisten terus memberlangsungkan regenerasi secara struktural baik pada tingkat paling bawah maupun hingga tingkat yang paling tinggi. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Sebagai wilayah urban, IMM Jakarta menunjukkan kekhasannya tersendiri. Dengan jumlah 36 komisariat yang tersebar di PTM di seantaro Jakarta dan dipayungi 7 Pimpinan Cabang menjadikan IMM Jakarta sebagai basis massa terbesar. Itu sebabnya mengapa IMM Jakarta menjadi daerah determinan dalam setiap pergulatan politik internal IMM khususnya dan Muhammadiyah pada umumnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Sejalan dengan upaya merger yang ingin dilakukan sementara pihak tentunya mengganggu relasi struktural, baik antara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dengan PTM bersangkutan maupun antar-struktur di internal IMM sendiri. Betapa tidak, merger yang nantinya menghasilkan lembaga pendidikan raksasa secara terpaksa harus merusak tatanan struktur IMM. Bukan tidak mungkin, realisasi merger terhadap PTM di Jakarta akan mendekonstruksi struktur mapan yang telah ada selama ini. Bukan tidak mungkin pula, dakwah kultural yang menjadi kerangka paradigmatik tentang eksistensi IMM diterabas karena persoalan kekagetan budaya. Karena itu, kajian tentang merger ini nampaknya harus melibatkan IMM sebagai organisasi otonom di PTM.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span>Hal ini didasari pertimbangan bahwa partisipasi semua pihak sebagai pemangku kepentingan (<em>stake holders</em>) dalam pengambilan keputusan tentang merger ini adalah jalan terbaik dalam menghasilkan keputusan yang tepat. Kepongahan elit (pimpinan) bukan cara yang bijak dalam pengambilan keputusan. Karena kepongahan adalah bibit kehancuran (Kasus Iblis, Kasus Firaun, Kasus Abu Lahab, dll). <em>Wallahu’alam</em>.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lensaimm.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lensaimm.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lensaimm.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lensaimm.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lensaimm.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lensaimm.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lensaimm.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lensaimm.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lensaimm.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lensaimm.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lensaimm.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lensaimm.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lensaimm.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lensaimm.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lensaimm.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lensaimm.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lensaimm.wordpress.com&amp;blog=1608282&amp;post=9&amp;subd=lensaimm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lensaimm.wordpress.com/2007/08/29/merger-ptm-jakarta-dan-eksistensi-imm-oleh-pitri-yandri-ketua-lppk-dpp-imm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1e0cbfa6af1070b095b957f5c5f15715?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">LENSA</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
