Oleh Imal Isti’mal Al-Bantani*
PRA WACANA
Dalam keseharian sering kita saksikan keluhan dari berbagai karyawan di beberapa perusahaan yang intinya kekecewaan mereka tentang pembagian kerja yang tidak sesuai dengan besic disiplin ilmu mereka (keahlian) dan kesejahtraan yang mereka peroleh setelah bekerja di perusahaan tersebut.Dari diri penulis timbul beberapa pertanyaan diantaranya kenapa perusahaan sering kali memaksakan karyawan untuk menempati satu pekerjaan hanya karena target tanpa menganalisa keahlian,minat dan pengalaman karyawan tersebut,pertanyaan kedua mengapa masih banyak perusahaan tidak memacu kinerja dengan memberikan motivasi terhadap prestasi yang telah di lakukan oleh karyawan,sebetulnya dengan sistim pengelolaan kinerja maka kita akan mengetahui sejauh mana kinerja perusahaan bisa terlihat baik buruknya dan ini sangat berpengaruh dengan yang diperbuat oleh karyawan menyangkut pekerjaan yang diembannya dari perusahaan tersebut,intinya sebuah perusahaan akan nampak terlihat kinerjanya bagus jika karyawan yang bekerja diperusahaan tersebut bekerja dengan baik dan terarah.
Menurut Mc Clellend Timbulnya tingkah laku pekerja karena dipengaruhi oleh kebutuhan- kebutuhan yang ada dalam diri individu manusia.Konsep ini melihat ada 3 kebutuhan pokok yang mendorong tingkah laku manusia
1. Need for Achievement
Merupakan kebutuhan untuk mencapai sukses,yang diukur berdasarkan standard kesempurnaan dalam diri seseorang .Kebutuhan ini berhubunghan erat dengan pekerjaan,dan mengarahkan pada tingkah laku usaha utuk mencapai perestasi tertentu,setiap karyawan atau pekerja banyak sekali motivasi sehingga ia menjadi karyawan yang berprestasi.
2. Need for Afillitation
Merupakan kebutuhan akan pergaulan dan pengakuan dalam komunitas sosial,hubungan dengan orang lain merupaka parameter eksistensi individu tersebut diakui atau tidak oleh masyarakat dan lingkungannya.Hubungan ini mengarahkan pada tingkah laku untuk mengadakan hubungan secara akrab dengan individu dan lingkungan
3. Need for Power
Sistem Pengelolaan Kinerja atau performance management system sesuai dengan namanya adalah sebuah sistem manajemen yang digunakan untuk mengelola kinerja sebuah perusahaan. Sistem ini mengelola kinerja perusahaan dengan harapan kinerja perusahaan akan semakin baik.
Sistem pengelolaan kinerja memberikan indikator-indikator yang digunakan sebagai ukuran untuk mengukur kinerja. Indikator kinerja mirip dengan ukuran panjang (cm, m) yang kita pakai ketika mengukur penggaris. Indikator-indikator ini disebut sebagai indikator kinerja (Performance indicators). Hanya indikator-indikator kunci yang menentukan kinerja yang akan diukur. Indikator-indikator kunci ini lebih dikenal dengan nama Key Performance Indicators (Kpi).
Berdasarkan target yang akan diukur, sistem manajemen pengelolaan kinerja bisa dibagi menjadi 2 bagian yaitu sistem pengelolaan kinerja perusahaan dan sistem pengelolaan kinerja karyawan. Sistem pengelolaan kinerja perusahaan mengukur dan mengelola kinerja unit perusahaan mulai dari korporat,kompartemen, departemen, sampai pada bagian. Sedangkan Sistem pengelolaan kinerja karyawan digunakan untuk mengelola kinerja pegawai termasuk didalamnya tentang reward system (bonus, gaji, insentif dll), penelusuran bakat, kompetensi dll.
Sistem manajemen pengelolaan kinerja adalah suatu sistem manajemen yang berjalan secara terus-menerus. Sistem ini memantau kinerja unit dengan memberikan Kpi-kpi pada tiap unit yang diukur. Kinerja unit ini diukur dalam periode waktu yang konstan. Periode pengukuran bisa setiap bulan, tiap 4 bulan (catur wulan), semester dan terkadang hanya diukur setahun sekali. Pada setiap periode masing-masing Kpi diberikan target. Di akhir periode pengukuran diukur pencapaian dari tiap-tiap Kpi tersebut. Dengan melihat pencapaian nilai masing-masing kpi dan target yang dibebankan maka kinerja sebuah unit dapat diketahui.
Aktivitas Sistem Pengelolaan Kinerja tidak berhenti sampai proses mengukur saja. Dari data kinerja tiap unit yang diukur lewat Kpi tersebut, bisa diketahui unit yang kinerjanya buruk dan unit yang kinerjanya baik. Kpi-kpi yang mendapatkan nilai jelek harus segera diperbaiki, sedangkan Kpi yang bernilai baik harus tetap dipertahankan. Penyebab rendahnya pencapaian kpi juga harus segera di identifikasi. Indentifikasi ini penting agar kinerja diperiode mendatang bisa diperbaiki.
Sama halnya dengan orang yang rajin melakukan general check-up untuk mengetahui kondisi tubuhnya, sistem pengelolaan kinerja digunakan untuk mengetahui kondisi perusahaan. Sistem pengelolaan kinerja sama dengan dashboard pada mobil. Dengan melihat dashboard kita akan dengan cepat mengetahui apakah bensin masih cukup ato sudah waktunya diisi, bagaimana dengan suhu mesin apakah stabil atau sudah panas. Masing-masing indikator pada dashboard menunjukan indikator-indikator penting yang menginformasikan kondisi mobil pada saat ini. Sehingga pada saat yang cepat bisa diketahui kondisi mobil pada saat ini. Kondisi perusahaan saat ini juga harus diketahui apakah dalam keadaan yang baik, sedang atau kondisi perusahaan sedang kritis dengan melihat pada masing-masing indikatornya. Jika indikator mesin menampilkan kondisi mobil secara real time maka kinerja perusahaan diketahui dari tiap-tiap periode pengukuran. Sehingga semakin cepat/pendek periode pengukuran maka akan semakin memudahkan mengetahui kinerja perusahaan.
Wacana Manajemen Waktu
Manajemen waktu adalah strategi penting yang perlu diterapkan oleh para ibu bekerja untuk dapat mengoptimalkan perannya sebagai ibu rumah tangga, istri dan sekaligus karyawati. Untuk itu ada beberapa anjuran yang bisa dipraktekkan :
1. Tentukan dan tetapkan tujuan Anda dalam bekerja.
Apakah yang menjadi motivasi dan tujuan Anda dalam bekerja? Apakah untuk mendapatkan income atau lebih berorientasi pada karir. Lanjutkan dengan hal-hal yang menjadi konsekuensi dari tujuan Anda bekerja, misalnya : seberapa jauhkah Anda ingin melibatkan diri pada pekerjaan dan berapa lama waktunya? apakah Anda tetap menginginkan akhir minggu bersama keluarga ? Pekerjaan macam apakah yang Anda inginkan, full-time atau part-time? Sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Anda beserta keluarga.
2. Tetapkan prioritas Anda
Dengan menetapkan prioritas, kita dapat mulai menentukan jenis dan porsi aktivitas untuk masing-masing peran (sebagai istri, ibu dan karyawan). Misalnya, saudara dapat menetapkan jadwal kegiatan Anda mulai dari pagi hingga malam dan sambil memberi fokus pada hal-hal tertentu yang menjadi target prioritas kita dalam hidup. Misalnya, meskipun Anda bekerja, namun sepulang kerja Anda harus menyediakan waktu yang berkualitas baik untuk anak maupun suami. Susun agenda agar Anda dapat mengatur kegiatan secara lebih sistematis dan efisien.
3. Delegasikan beberapa tugas (baik tugas kantor maupun tugas rumah) kepada orang lain.
Delegasikan beberapa pekerjaan pada orang lain, untuk dapat mengefisienkan pekerjaan Anda dan membuat Anda dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk keluarga. Pendelegasian pekerjaan, membuat Anda akan merasa lebih rileks dan dapat memfokuskan diri pada pekerjaan yang betul-betul harus Anda sendiri yang mengerjakan. Jika pekerjaan terlalu padat, pastikan Anda mendelegasikan pekerjaan rumah tangga secara rinci pada pembantu rumah tangga. Pastikan pula, bahwa anak Anda berada dalam pengasuhan orang yang dapat dipercaya dan diandalkan, misalnya menitipkan pada orang tua.
Pendelegasian beberapa pekerjaan rumah tangga pun bermanfaat bagi Anda agar Anda tidak terlalu lelah dibebani pekerjaan sehari-hari sehingga kurang dapat menyediakan waktu yang berkualitas untuk anak dan suami (terlalu sibuk membereskan pekerjaan rumah)
Penutup dan Kesimpulan
Dari tulisan di atas kita bisa mengukur tingkat ke efektipan dalam mengukur kinerja karyawan,dengan methode yang sudah penulis gambarkan pada Pra wacana dan wacana sudah jelas bahwa pembagian kerja harus didasari pada kecenderungan minat dan bakat yang disertai pada disiplin ilmu karyawan,kemudian kita juga bisa ukur dengan cara Key Performance Indicators (Kpi) yang bisa diukur dari dua tahapan penilaian yaitu sistem pengelolaan kinerja perusahaan dan sistem pengelolaan kinerja karyawan.
Karena saling mengikatnya kedua tolak ukur tadi maka tidak mungkin jika salah satu komponen saja yang baik kinerjanya, tetapi kedua komponen tadi harus baik bersama sehinngga organisasi/perusahaan bisa sejalan dengan baik.Walaupun kinerja karyawan baik jika tidak di topang dengan manajemen perusahaan yang baik pula maka akan pincang dan akan jauh dari tujuan perusahaan itu sendiri.Begitu juga dengan manajemen waktu yang harus di selaraska sesuai dengan kebutuhan dimana sesorang bekerja,akhirnya jika semua sinerji satu sama lainnya dengan tanpa menghilangkan indikator-indikator teori motivasi maka semuanya akan berjalan sesuai harapa dalam ritme yang terukur.
DAFTAR PUSTAKA
- Dr. Suryana M.Si Kewirausahaan Pedaoman praktis,kiat dan proses menuju sukses,Penerbit salemba empat
- Drs.Moh. Sa’ad,S.U.Psi Pshikologi Industri Seri Ilmu sember aya Manusia, Penerbit Liberti Yogyakarta
Ditulis oleh lensaimm